Pasuruan, Potretlensa.com -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus menyalurkan bantuan kedaruratan kepada warga di beberapa desa yang sampai sekarang masih terendam banjir.
Seperti yang terlihat di area parkir Kantor BPBD Kabupaten Pasuruan, Jumat (31/1/2025) pagi. Belasan relawan tampak sibuk membuat nasi bungkus, mulai dari menanak nasi, membuat mie instant hingga menggoreng tempe, tahu dan telur.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dimaz Kris mengatakan, sejak banjir menerjang desa-desa pada 26 Januari kemarin, pihaknya langsung membangun dapur umum.
Tujuannya, untuk mensupport kebutuhan pangan warga yang terdampak, selain dibantu dari pemerintah, desa atau dusun yang swadaya membangun dapur umum secara mandiri.
"Kami berterima kasih kepada Pemdes maupun dusun yang swadaya membangun dapur umum mandiri. Makanya kita support dengan kita bantu membuatkan nasi bungkus dari dapur umum kita sendiri," katanya.
Sampai dengan hari ini, total ada 2500 bungkus nasi yang sudah disalurkan ke desa terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Rejoso, Grati, Winongan dan Beji.
Keempat wilayah tersebut, menurut Dimaz, masih berjibaku dengan banjir, sehingga tak sedikit warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di beberapa tempat seperti masjid, kantor desa dan tempat penampungan lainnya.
"Total 2500 nasi bungkus yang sudah kami salurkan ke semua desa terdampak banjir di Rejoso, Grati, Winongan, dan Beji," jelasnya.
Tak hanya untuk warga terdampak banjir, BPBD juga telah menyalurkan bantuan nasi bungkus kepada korban tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi.
Dimaz menyebut, jumlah nasi bungkus yang didistribusikan sesuai dengan jumlah jiwa yang terpaksa mengungsi di SDN Cowek 2 maupun di rumah sanak keluarganya.
"Kalau jumlah jiwa terdampak ada 176 orang. Kita bagi semuanya secara merata," ujarnya.
*Ary