Lahat, Potretlensa.com - Sebanyak 20 kepala desa, seorang camat, dan Ketua Forum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Lahat, Sumatera Selatan, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar ke aparat penegak hukum (APH). Penyidik tengah mendalami instansi atau pihak yang meminta setoran.
Penangkapan itu berlangsung di Kantor Camat Pagar Gunung saat berlangsung rapat persiapan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Adhryansah mengungkapkan, pungli tersebut belum diketahui tujuan dan kepada siapa. Hanya saja, sudah terkumpul uang sebesar Rp65 juta yang dikumpulkan para kades dengan masing-masing Rp7 juta.
"Kita lagi dalami APH mana atau siapa lagi yang menerima aliran dana, termasuk juga sudah berapa kali praktik ini terjadi. Mohon sabar, jangan terlalu cepat menuduh dengan fakta yang tidak cukup," ungkap Aspidsus Kejati Sumsel Adhryansah, Jumat (25/7).
Menurut dia, tidak semua kades yang menyanggupi setoran yang diduga berasal dana desa itu. Namun mereka berada di satu tempat saat pengumpulan uang tersebut.
"Infonya tidak semua memenuhinya. Tapi kami amankan Rp65 juta di lokasi yang jadi barang bukti," kata Adhryansah.
Ia menambahkan, penindakan ini dilakukan sebagai pembelajaran bagi seluruh Kades untuk menggunakan dana desa sesuai dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Para Kades diharapkan untuk meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri setempat guna menghindari praktik pungli maupun korupsi.
"Penindakan ini harus dijadikan pelajaran dan tidak menanggapi permintaan dari APH yang menggunakan dana desa sesuai dengan Musrenbangdes," tegasnya.
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari menyatakan, OTT ini dilakukan atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Yulianto, karena adanya dugaan aliran dana untuk oknum penegak hukum.
"Untuk 22 orang yang diamankan dalam OTT tersebut sedang dilakukan pemeriksaan di Kejati Sumsel. Untuk perkembangannya nanti kami sampaikan lagi informasinya," ujar Vanny.
*Red