Surabaya, Potretlensa.com - Upaya Pemkot Surabaya mewajibkan pemasangan CCTV pada Cafe-Resto di wilayahnya itu dinilai sebagai upaya represif oleh sejumlah pihak.
Ketua Pusham Surabaya, Johan Avie menyebut kebijakan tersebut layaknya sistem penjara panoptikon.
"Kebijakan ini layaknya sistem penjara panoptikon," katanya.
Dijelaskan Johan, di abad ke-18 lalu, seorang filsuf Inggris bernama Jeremy Bentham pernah mencetuskan ide kontrol sosial melalui desain penjara Panoptikon. Inti dari konsep penjara panoptikon adalah untuk menciptakan perasaan seperti terus-menerus diawasi.
"CCTV itu seperti menara tunggal di dalam Panoptikon yang tujuannya memang menciptakan perasaan cemas dan terus menerus diawasi. Warga negara seolah diperlakukan seperti para tahanan yang harus diawasi gerak geriknya selama 24 jam melalui CCTV itu," jelas Johan Avie.
Menurut Johan, upaya kontrol sosial tidak seharusnya dilakukan oleh Pemkot Surabaya dengan menciptakan rasa cemas terus-menerus diawasi. Upaya sosialisasi dan dialog dinilai lebih baik untuk menciptakan kesadaran patuh pajak.
Pemkot lebih memilih jalan instan, tambah dia, dengan cara memasang CCTV pada cafe-resto yang ada di Surabaya ketimbang melakukan sosialisasi ke pelaku usaha.
"Sepertinya Pemkot malas berdialog, dan memilih jalan instan dengan memasang alat kontrol berupa CCTV. Warga Surabaya sepertinya tidak punya privasi lagi kalau begini." terang Johan.
Ia menilai Pemasangan CCTV di cafe-resto ini dapat berdampak panjang bagi psikologis konsumen. Jika semula para konsumen itu datang ke cafe-resto untuk melepas penat, dengan adanya CCTV mereka akan merasa cemas.
"Jika semula konsumen datang ke cafe-resto untuk bersantai dan melepas penat, akibat adanya CCTV ini psikologis konsumen bisa terganggu. Dampak psikologis jangka panjangnya bisa seperti itu," Kritiknya.
Untuk itu, Johan meminta kepada Pemkot Surabaya untuk mempetimbangkan kembali kebijakan pemasangan CCTV ini. Tanpa harus memasang CCTV, Pemkot sebenarnya dapat melakukan audit terhadap cafe-resto yang tidak patuh pajak.
"Pemkot kan bisa melakukan audit terhadap pelaku usaha yang tidak patuh pajak, kenapa kok harus pakai pasang CCTV segala toh," Keluh Johan.
*G

