Gresik, Potretlensa.com - Warga Thoriqoh Siddiqiyyah Indonesia menandai wujud syukur nikmat Hari Sumpah Pemuda dan hari lahir lagu Kebangsaan Indonesia Raya 28 Oktober yang ke 97 Tahun dengan membangun Rumah Syukur Layak Huni Fatchan Mubiina.
Pembangunan rumah syukur layak huni dengan luas 5X12 m2 itu berlokasi di Dusun Dungus Kidul RT 001, RW 002, Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sabtu (20/9/2025).
Sang Maulana M.Subchi Azal Tsani selaku Ketua Umum (Ketum) OPSHID (Organisasi Pemuda Siddiqiyyah) dan Ketua Wali Talkin seluruh Indonesia melalui Suwarno menyampaikan, semua ini atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa, atas ridho Allah dan atas ridho sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
"Kejayaan Siddiqiyyah adalah Kejayaan Indonesia Raya Sekali Merdeka Tetap Merdeka," ujar Suwarno selaku Ketua DPD OPSHID Gresik.
Mulyono Menandai Peletakan batu syukur pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina bersama warga jamaah Thoriqoh Siddiqiyyah Indonesia wilayah Gresik.
Mulyono yang juga Wali Talkin Thoriqoh Siddiqiyyah Indonesia dari DPP OPSHID FKYME (Front Ketuhanan Yang Maha Esa) Jombang juga didampingi jajaran organisasi-organisasi di lingkungan kepengurusan yang bernaung di Organisasi Siddiqiyyah serta 4 anggota HAZ, serta Pemdes Dungus, Kepala dusun Dungus Kidul.
Suwarno menyebut, bahwa moment yang paling ditunggu-tunggu untuk meningkatkan mempererat rasa persaudaraan dan bergotong royong sesama warga Shiddiqiyyah dengan pengerjaan pembangunan selama 30 hari dari target selesai 21 hari.
Ia menambahkan, sebelum peletakan batu syukur rumah tersebut dibongkar total nantinya penyerahan rumah bisa diserahkan ke penerima rumah syukur layak huni Sugiono.
"Dana pembangunan memakan biaya sekitar Rp115 juta kurang lebihnya, anggaran murni berasal dari shodaqoh warga Shiddiqiyyah," jelasnya.
"Untuk itu, bagi mereka ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ketaatan pada ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtabaa Mu’thi," imbuhnya.
(tomo)


