Pasuruan, Potretlensa.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sukses makmur, Desa Wonosari, resmi luncurkan program ketahanan pangan tahun 2025 yang memfokuskan pengembangan pada unit usaha bagi hasil sapi. Program ditargetkan meningkatkan kemandirian ekonomi desa serta menambah Pendapatan Asli Desa.
Pj Ketua BUMDes sukses makmur Eli Aisah menyampaikan, penguatan sektor peternakan dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang stabil dan peluang pasar besar karena kecamatan Tutur adalah sentra produsi sapi perah.
Eli berharap dengan sistem Bunci bisa saling menguntungkan antara BUMDES sukses makmur dengan perawat, karena dengan begitu kita sama-sama tidak ada yang di rugikan.
"Untuk ketahanan pangan 2025 kita fokus pada unit usaha bagi hasil sapi, Insyaallah hasilnya akan kita jual," ujarnya saat ditemui, Sabtu (22/11/25).
Sementara itu, kepala desa Wonosari Herlambang mengungkapkan, pembagian sapi sebanyak 17 ekor ini adalah program ketahanan pangan dari pemerintah pusat yaitu presiden Prabowo, yang bersumber dari dana desa (DD) yakni dana penyertaan kepada BUMDES Sukses makmur, dengan di belikan sapi menggunakan sistem bagi hasil.
"Saya berharap kepada pihak BUMDES dan perawat saling menguntungkan, dan berpesan untuk para perawat agar merawat sapi tersebut dengan baik," harapnya.
Menurutnya, proses bagi hasil sapi secara Bunci itu membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 8 bulan hingga siap dipasarkan. Siklus ini dinilai ideal untuk memenuhi kebutuhan pedagang maupun masyarakat.
Pada tahun anggaran 2025, BUMDes sukses makmur menerima penyertaan dana ketahanan pangan dari desa yang dialokasikan untuk pengelolaan 17 ekor sapi sebagai tahap awal program, untuk memperkuat manajemen. BUMDes juga bekerja sama dengan pihak penerima atau perawat perseorangan melalui sistem bagi hasil secara buncian dengan analisis sapi bunting 7 sampai 8 bulan dijual.
"Harapannya, kerja sama membuat BUMDes Sukses makmur berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan, serta berdampak positif bagi bumdes,” jelasnya.
Herlambang menyebut, program Bumdes menjadi langkah strategis Desa Wonosari dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor peternakan.
Penyerahan program ketahanan pangan oleh BUMDES sukses makmur disaksikan oleh pihak kecamatan pendamping desa, pendamping kecamatan, BBD desa, kepala desa Wonosari, dengan persyaratan yang sudah di tetapkan.
*Dre



