Pasuruan, Potretlensa.com - Demi meningkatkan kestabilan pangan di negeri ini, khususnya dari hasil bidang pertanian organik. Aliansi Organis Indonesia (AOI) menggelar diskusi publik di kecamatan Tutur, kabupaten Pasuruan (18/11/2025).
Hadir dalam kegiatan diskusi tersebut Aliansi organis Indonesia (AOI), Sumi Alkausa, lottdam kesdutaan den mas, Dr Suprihatin IPB Bogor, Kementan dirjen PKH Tika dan Jarot, direktur pangan dan pertanian Bappenas, Nur Avianto,
Pada kegiatan tersebut, turut menghadirkan beberapa narasumber yakni dari Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Badan Pangan Nasional, dan pemerhati lingkungan lainnya. Diketahui bahwa diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun keberagaman perspektif dan diharapkan bisa menghasilkan narasi yang lebih lengkap, tentang upaya pembangunan pangan berkelanjutan.
Sumi Alkausa, dari Aliansi Organis Indonesia (AOI), mengungkapkan, bahwa krisis pangan menjadi momok yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk, dan terbatasnya lahan sumber daya alam, dan krisis iklim yang terjadi diseluruh dunia.
Menurutnya, krisis pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan tapi juga tentang kualitas pangan. Pertanian organik memiliki peran dan kontribusi dalam menyediakan pangan yang berkualitas dan memastikan sistem pangan berkelanjutan.
"Pertanian organik setidaknya memiliki empat prinsip utama yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan antara lain prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip keadilan, dan prinsip perlindungan Pangan," ucapnya.
Koordinator Pangan dan Pertanian Direktorat Pangan dan Pertanian (BAPPENAS) Noor Avianto menyatakan, ada dua aspek penting yang bisa dibangun dalam roadmap pertanian organik.
"Dalam rencana pembangunan ketahanan pangan Indonesia yang holistik, yaitu aspek harga untuk petani dan juga aspek pemasaran dari masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, salah satu undangan H. Sulistianto yang juga sebagai ketua koperasi KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produsen susu organik hadir dalam pertemuan diskusi, dalam kesempatan ini turut menyampaikan, atas nama peternak sapi perah organik mengucapkan terimakasih kepada AOI dan Bappenas yang sudah menempatkan acara diskusi di Aula KPSP Nongkojajar.
Ia berharap ketahanan pangan organik yang sehat aman dikonsumsi dilanjut, sehingga para konsumen suatu dan saat membuat kan bahan pangan organik.
"Saya juga mengharapkan dalam diskusi dan tim promosi dan pemasaran bahan organik yang di dukung oleh pemerintah dan dikkoder lainnya, sehingga makanan tanpa kimia ini menjadi andalan produksi pangan masa depan dengan tidak mengabaikan peningkatan pendapatan produsen pangan organik tersebut," ungkapnya.
*Dre

