Pasuruan, Potretlensa.com - Beralih fungsinya kawasan hutan menjadi lahan pertanian sengaja di biarkan bertahun-tahun hingga hutan menjadi gundul tanpa adanya pohon tegakan.
Kemiringan kawasan hutan yang dialihfungsikan hampir 80 derajat hingga sangat rawan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir hingga mengakibatkan dampak di daerah bawah di Pasuruan.
Lokasi yang sangat jelas pembiaran kawasan hutan yang tidak adanya pohon tegakan untuk penahan tanah, utamanya di kawasan pandansari, wirogati, jaudo kalitejo, masuk desa kandangan kec tosari pasuruan, sedangkan hutan di wewe, gunung sangku masuk desa andonosari yang sudah masuk KHDPK yang satu satunya hutan yang tampak ada dan masih mau di kelola untuk beralih fungsi.
Hutan surorowo dan Ngaro masuk desa kayu kebek hutannya ada yang masuk TNBTS dan Perhutani, Hutan di kawasan tiga kecamatan tutur, kecamatan tosari, kecamatan puspo hutannya 90% beralih fungsi menjadi lahan pertanian, dan sangat menghawatirkan munculnya banjir dan tanah longsor karena hutan di tiga kecamatan ini menjadi penjaga dan penyangga kabupaten pasuruan.
Adm Perhutani KPH Pasuruan Ivan chayo sudah mengintruksikan jajarannya agar menanami kawasan yang kurang pohon tegakan nya,
"Perhutani sudah mengintruksikan ke jajaran harus menanami kawasan yang kurang/gundul pohon tegakan dan bila tidak ditanami biarkan kembali menjadi hutan,"
Media potretlensa mulai tahun 2017 memantau kawasan hutan yang di sebut di atas tidak ada perubahan bahkan sekarang tambah parah,
"kami pantau hutan wilayah pandansari ngadirejo dan surorowo tidak ada perkembangan malah semakin rusak, juga tiga kecamatan, jadi kami melihat kalau tidak ada secepatnya melakukan penanaman pohon, maka kami akan melakukan Laporan Informasi (LI) ke pihak berwajib atas perusakan kawasan hutan dan pembiaran," Jelas pimred media potretlensa.
*Dre/Tim



