Pasuruan , Potretlensa.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama siswa SDN Palangsari, di sekitar sumber mata air.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KRPH) Puspo BKPH Tosari tepatnya, petak 43c, dengan luas 14, 4 H. Desa ngadiwono Kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan (9/1/16).
Dalam kesempatan ini, asper BKPH Tosari Amir menyampaikan, masyarakat dapat melakukan penanaman tanaman (Multipurpose Tree Species) yang hasilnya dapat dimanfaatkan, namun dilarang melakukan penebangan liar.
Tanaman rata-rata ditanam, lanjutnya, di sepanjang sumber mata air atau sungai, atau Kawasan Perlindungan Setempat yang merupakan daerah penyangga bencana seperti banjir dan longsor.
Masyarakat diperbolehkan, tambah dia, menanam rumput gajah di lokasi tertentu dengan sistem, yaitu pola tanam pertanian di sela-sela tanaman kehutanan, asalkan tidak merusak tanaman pokok.
“Hutan bisa menjadi alternatif pemulihan kesehatan yang memberikan ketenangan pikiran dan mental. Karena itu, menjaga kelestarian hutan melalui penanaman pohon adalah upaya penting yang harus terus dilakukan,” jelasnya.
Amir menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan bagi generasi muda sekaligus upaya nyata pelestarian hutan dan mitigasi bencana melalui keterlibatan multipihak.
Sementara, Kepala desa ngadiwono Atim mengatakan, dirinya sangat mendukung dengan giat penanaman bibit pohon disekitar sumber mata air guna mendukung pelestarian hutan.
Dengan begitu pengguna, menurutnya, mata air yang di gunakan desa masyarakat palangsari dan lainnya lancar. Ia meminta bukan hanya hari ini saja penanaman, tapi yang berkelanjutan.
"Saya minta kerjasamanya kepada pihak perhutani untuk melakukan pengawasan bukan hanya pemerintah desa saja yang mengawasi, kita perlu kolaborasi antara pemerintah desa dan perhutani," katanya.
Kades Atim mengajak kepada masyarakat sekitar untuk menjaga sumber mata air untuk tidak di tanami sayur-sayuran dengan jarak 100 meter dari sumber mata air.
"Kepada masyarakat sekitar untuk menjaga sumber mata air untuk tidak di tanami sayur-sayuran dengan jarak 100 meter dari sumber mata air," ajak Kades Atim.
Adapun beragam jenis pohon ditanam disekitar sumber Karmo, mulai dari pohon berkayu hingga pohon buah-buahan, sebagai upaya memperkaya keanekaragaman hayati dan memperkuat fungsi ekologis kawasan hutan tersebut.
Sebelum pelaksanaan penanaman, tim dari perhutani meninjau lokasi. Penanaman dari tim perhutani yang juga diikuti dari beberapa elemen dari tim perhutani, siswa SDN Palangsari 1, yayasan Pakarti, anggota pol PP kecamatan, kepala desa ngadiwono, perangkat desa, ngadiwono dan palangsari, serta lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).
*Dre

