Gresik, Potretlensa.com - Berawal dari berdirinya PT JPN (Jati Perkasa Nusantara) yang bertempat diwilayah Desa Iker-Iker, warga merasa terusik dengan bau polusi limbah udara yang menyengat hingga terjadi demo warga sekitar yang terdampak.
Dengan adanya peristiwa itu, dikantor Desa Iker-Iker Geger diadakan pertemuan antara manajemen Administrator P.T JPN, Gilda Angraini bersama Kepala Desa Kristono S.T disaksikan jajaran Muspika Cerme , Kapolsek Cerme AKP Taufan, Danramil Kapten M.N Qomar, Kecamatan Terwakili Nanang dan Kabag Ops Polres Gresik, Kompol Yusis. Jumat(20/2/2026).
Dari itu, menemukan titik temu dan kesepakatan bersama berbunyi tiga poin diantaranya ditulis :
1) Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Pihak perusahaan secara resmi menyatakan kesiapan untuk menerima warga Desa Iker-Iker Geger yang ingin bekerja di perusahaan. Warga setempat akan mendapatkan prioritas utama dalam proses rekrutmen.
2) Pengawasan Limbah dan Polusi: Terkait masalah pencemaran udara/bau limbah, akan dilakukan tindak lanjut berupa pengawasan penuh oleh pihak pemerintah desa.
3) Sanksi Tegas & Kontribusi: Perusahaan menyatakan siap dikenakan sanksi jika di kemudian hari terbukti kembali menimbulkan pencemaran. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Pemerintah Desa dan kesejahteraan warga.
Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh segenap Aparat dan Tokoh Masyarakat disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimcam Cerme, Bhabinsa, Satintel Polres Gresik, Polsek Cerme, serta seluruh perangkat desa.
Sebelum nya juga sempat diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran dan mediasi yang berjalan alot itu, Senin(16/2/2026), dari aksi massa hingga Instruksi penutupan sementara.
"Persoalan saat Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Iker-Iker Geger menggelar aksi demonstrasi yang diikuti sekitar 500 orang. Warga menuntut keadilan terkait rekrutmen tenaga kerja lokal dan solusi atas bau limbah menyengat yang mengganggu kesehatan lingkungan," kata Kepala Desa Iker-Iker Geger, Kristono.
Sementara kondisi saat itu dipantau oleh Gus Aulia, Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, yang sejak awal demo atau unjuk rasa turun langsung mengawal aspirasi masyarakat bersama koordinator aksi, Iswahyudi.
Gus Aulia, Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, yang memonitor langsung jalannya mediasi dari awal hingga tuntas, memberikan apresiasi atas hasilnya.
"Kami hadir untuk memastikan hak-hak masyarakat terlindungi. Hari ini kita melihat ada itikad baik dari perusahaan dan ketegasan dari pemerintah desa. Kami akan terus memantau agar poin-poin kesepakatan ini dijalankan dengan konsisten," ucap Gus Aulia di hadapan para awak media.
Atas tercapainya kesepakatan ketegangan yang sempat menyelimuti Desa Iker-Iker Geger dinyatakan berakhir. Warga berharap perusahaan dapat menjalankan komitmennya demi terciptanya harmonisasi antara sektor industri dan lingkungan masyarakat desa.
(tomo)


