Pasuruan, potretlensa.com - Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa di beberapa sekolah di kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.
Insiden ini viral di media sosial setelah sejumlah siswa mengeluhkan adanya buah apel yang busuk bahkan menyebutnya tidak layak.
Kasus ini mencuat dari video yang beredar di grup WhatsApp warga dan kemudian menyebar luas di platform media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat para siswa mengembalikan paket makanan MBG karena menu yang disajikan kurang sehat adanya buah apel yang berwarna cokelat dan busuk(22/5/2026).
Kronologi Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi
Berdasarkan informasi di lapangan, menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, dan sanyuran Serta buah apel.
Namun, kualitas makanan tersebut dipertanyakan setelah banyak siswa mengeluh.
Dengan sajian buah apel yang busuk menjadi indikator utama dugaan bahwa makanan tidak lagi dalam kondisi layak konsumsi.
Penanggung jawab SPPG Nongkojajar Abdul Rahman, menyampaikan Permintaan Maaf kami berkomitmen Perbaikan
Pasca viralnya kasus ini.
Abdul Rahman, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat.
Ia mengakui adanya kelalaian dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan.
Dalam pernyataannya, kepala dapur Sauma Syahri didampingi oleh penanggung jawab SPPG Nongkojajar Abdul Rahman "menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Ia juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk perbaikan sistem kebersihan dan manajemen dapur.
"Saya abdul Rahman selaku penanggung jawab SPPG Nongkojajar juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat atas kegaduhan yang terjadi sehingga menimbulkan keramaian di sosial media," ujar Abdul Rahman
"Kami menyadari bahwa hal tersebut telah menganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu kami bertanggung jawab penuh dan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan serta penanganan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali," sambungnya lagi.
"Langkah-langkah evaluasi dan pembenahan sistem kebersihan, serta pengelolaan dapur saat ini sedang kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjaga kualitas layanan. Demikian permohonan maaf ini kami sampaikan," pungkasnya.
(Andre)

