Pasuruan, potretlensa.com - Jawa Timur merupakan provinsi pemasok susu terbesar di Indonesia, dan sekitar 80 persen produksinya berasal dari daerah Kabupaten Pasuruan, Malang menyumbang kurang lebih 50 persen dari total produksi susu segar di Jawa Timur. Ini adalah potensi besar yang harus terus didukung dengan kebijakan.
Dalam kunjungannya ke KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Ketua komisi B DPRD provinsi Jawa Timur Hj Anik Maslachah mengatakan, potensi ini harus kita kelola dengan optimal agar semakin meningkatkan daya saing produk lokal.
"Kita harus memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap koperasi. Dengan membangun hubungan timbal balik yang baik antara koperasi dan anggota, maka produksi susu akan meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas," katanya.
Mewakili semua anggota dari komisi B, Hj. Anik menyampaikan, pentingnya inovasi dalam pengolahan susu agar memiliki nilai tambah di pasar. Menurutnya, produk susu lokal harus dikemas dan dipasarkan dengan lebih menarik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Diperlukan kreativitas dalam mengolah produk susu agar lebih variatif dan memiliki daya tarik tersendiri di pasar," terangnya.
Ia juga meminta, masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mendukung industri susu lokal. Dirinya menekankan bahwa jika koperasi mampu meningkatkan produksi dan kualitasnya, maka Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada impor susu.
Dijelaskan Hj.Anik, lebih baik jika kita tidak hanya mengurangi impor, tetapi juga mulai menargetkan ekspor. Dengan demikian, kita bisa meningkatkan devisa dan kesejahteraan peternak.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Pasuruan, dapat memperluas pengembangan koperasi peternak sapi perah di daerah kecamatan Tutur. Harapannya, penguatan koperasi ini dapat semakin meningkatkan daya saing produk susu lokal dan menyejahterakan para peternak.
Sementara itu, ketua Koperasi KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Ir H. Sulistiyanto mengungkapkan, harapan kepada pemerintah untuk impor sapi perah yang di biayai oleh badan keuangan dengan harga yang standar.
Kalau harga sapi import, lanjutnya, bisa terjangkau akan banyak peternak yang mengambil dengan cara mengangsur.
"Kalau pemerintah impor sapi perah dan harganya terjangkau maka populasi peternak di kecamatan Tutur ini akan meningkat juga akan banyak Setok susu karena saat ini penyakit pesanan susu yang masuk ke KPSP Setia Kawan untuk kebutuhan program dari pemerintah yaitu MBG," ujar Sulistiyanto.
Sebagai informasi, Susunan nama pimpinan dan beberapa anggota aktif Komisi B DPRD Jawa Timur yang berkunjung ke Koperasi Peternakan Sapi Perah;
Pimpinan Komisi:Ketua Hj. Anik Maslachah, Fraksi PKB Wakil Ketua Much. Abdul Qodir Fraksi PKB
Anggota:
H.Deni Prasetya, Fraksi NasDem menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pertanian
Erma Susanti, S.E., M.Si. Fraksi PDI-P yang vokal dalam isu kesehatan hewan ternak dan penyusunan Perda Keuangan Daerah.
M. Hadi Setiawan, Fraksi Golkar aktif dalam program pelestarian budaya dan ekonomi lokal.
Indra Widya Agustina, Fraksi Demokrat berfokus pada pengembangan potensi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi.
Ro’aitu Nafif Laha, Fraksi PKB berkomitmen pada penguatan ekonomi melalui Koperasi dan UMKM.
(Andre)



