Gresik, Potretlensa.com - Menjunjung tinggi masyarakat Jawa khususnya Indonesia mengembangkan dan melestarikan tradisi Jawa mengadakan Pangetan 1 Suro Tahun Baru 1960 atau Tahun 2938 Tahun Jawa Kuno. Sebagian warga Gresik uri-uri tradisi tahun baru gelar wayang di Ngimbang Palang Tuban Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).
Berbagai peringatan Tahun Baru Islam yang lebih dikenal dengan tradisi Jawa 1 Suro supaya ingat jawanya tidak sampai musnah digerus dengan budaya asing.
Sedulur Sejati Nusantara yang berada di Gresik mulai tahun 2019 dengan pengasuh Bopo Harjo atau guru pembimbing hadir Wahyu. Warga Gresik yang juga ada dari Lampung dan Bekasi menyaksikan pagelaran wayang kulit.
Dengan dalang Ki Susianto bersama lakon Begawan Bima Suci "Hasta Brata Wiwarane Jagad".
Wahyu selaku warga Seduluran Sejati Nusantara mengungkapkan, harapannya kedepan Sedulur Sejati Nusantara (Samarata).
"Agar orang Jawa ingat jawanya dan jangan melupakan tradisi Jawa serta para leluhur, supaya kita bisa mengembalikan kejayaan orang jawa dan biar tidak terpengaruh budaya asing," katanya.
Ia menyebut, Bayan Harsono, Tio, Dodik, Ardhi serta masih banyak yang lainnya mendukung tradisi seperti ini, juga warga masyarakat sekitar.
"semua yang datang merasa gembira, karena masih banyak masyarakat yang menjaga tradisi 1 Suro dengan melalui pagelaran wayang kulit yang semenjak jaman wali-wali dahulu untuk mensiarkan agama utamanya Islam," ujarnya.
(tomo)


